Selesaikan apa yang telah dimulai
"selesaikan apa yang telah dimulai ..."~ AN
sebuah
pesan singkat tapi penuh makna dari seorang sahabat kecil di pulau seberang.
Thanks bro semoga doa dan harapan kita sejalan dengan kenyataan
Bismillah...
Diri ini yang telah memulainya, otomatis siapa lagi
yang bakalan menyelesaikannya?? Dua tahun sudah perjuangan disini, sudah
setengah jalan (jika ukurannya waktu normal, tidak prematur ataupun
kelamaan..:D ). Dua tahun bukanlah waktu yang efisien untuk mengubur semua
"mimpi" yang sudah terpatri dari kecil. Dua tahun bukanlah waktu yang
singkat untuk mencari jati diri sebagai seorang yang bergelar
"mahasiswa", ya walaupun gelar itu sudah dua tahun aku sandang, tapi
entahlah apakah benar aku seorang "mahasiswa"?.
Kini Agustus semakin berlalu dengan megahnya,
tinggal beberapa hari lagi InsyaAllah kita akan menghadapi September yang penuh
akan "misteri-Nya". Untuk ketiga kalinya momentum yang dari kecil aku
elu-elukan berlalu dengan megahnya, meninggalkan diri ini yang masih
"galau" penuh dengan keraguan dan sedikit sesak di dada. Tapi dibalik
itu sekarang ada yang beda, sesak yang dua tahun kebelakang yang tekanannya
benar-benar kuat, sekarang sudah agak melemah. ditambah lagi dengan adanya
segumpal (walaupun ga
terlalu besar kali..:p) semangat
dibandingkan beberapa waktu yang lalu, walaupun tetap tidak bisa kupungkiri
jikala ternyata keikhlasan untuk menerima takdir itu belum sepenuhnya timbul ,
tapi setidaknya semangat itu sudah mulai kembali "membara". Karena
apa? apa mungkin karena wejangan (sebenarnya lebih ke hamtaman sihh..:p) berjam-jam yang ku dapat beberapa
bulan yang lalu atau karena "terror" dari dua makhluk bumi yang asli bikin diri ini seteres atau
bisa jadi karena mungkin diri ini yang udah dewasa kali ya untuk
memahami ini semua ( hehe abaikan
11 kalimat terakhir..) entahlah....
Dan memang sepertinya tadirnya disini. Ya apapun itu
semoga ini yang terbaik. Terbaik untukku, keluargaku, bangsaku dan agamaku...
Aamiinn... :) Karena ku tau begitu banyak harapan mereka yang haram
hukumnya untuk kecewakan. Cukup tragedi 26 Mei dan 7 Juli dua tahun silam, ku
tak ingin melihat raut kecewa seperti itu lagi. Mari selesaikan apa yang telah
dimulai, karena disanalah letak kedewasaan. Berani berbuat harus berani
bertanggung jawab. Berani mulai harus berani menyelesaikannya.
Bismillah..
Aku telah memulainya dan aku harus menyelesaikannya..
itulah konsekuensi yang harus aku terima..
Inilah harga yang harus aku bayar.
Inilah hukuman yang harus aku jalani dengan Ikhlas ...
Aku telah memulainya dan aku harus menyelesaikannya..
itulah konsekuensi yang harus aku terima..
Inilah harga yang harus aku bayar.
Inilah hukuman yang harus aku jalani dengan Ikhlas ...
semangattt
menghadapi "level" yang semakin kerass...
*thanks
banget buat makhluk-makhluk yang udah bikin diri ini terombang-ambing selama beberapa bulan kebelakang, but
over all kalian keren..! sukses bikin diri ini "ngamuk". Dan memang
benar pelabuhan itu ga cuman satu. Hidup ga kan berakhir jika merasa terdampar
di pulau yang beda, cari bekalmu,lalu kayuh bidukmu, arungi lautan.. Insya
Allah kita akan jumpa di medan yang sama. Medan PENGABDIAN.
Ya walaupun beda bidang spesialisnya..
~pf
0 komentar:
Posting Komentar